Rabu, 29 Desember 2010

"Yenny Wahid Sebaiknya Bikin PKB Perjuangan"


Minggu, 26 Desember 2010 - 19:08 wib

Amir Tejo - Okezone
SURABAYA - Pengamat politik M Khudori dari Indobarometer menyatakan, untuk mengatasi masalah stagnasi yang dialami oleh PKB saat ini, yang paling efektif adalah dengan membentuk partai baru.
“Menurut saya lebih baik membentuk partai baru. Daripada energi terkuras untuk masalah-masalah legalitas. Membentuk partai baru lebih baik,” kata Khudori saat menghadiri pembukaan Muktamar ke III PKB Gus Dur di GOR Kertajaya Surabaya, Minggu (26/12/2010).

Kata Khudori, meskipun dalam dalam UU parpol yang baru menyebutkan adanya lembaga mahmakah parpol untuk menyelesaikan sengketa parpol sebelum masuk ke ranah pengadilan, namun menurutnya, memanfaatkan lembaga mahkamah parpol dinilai bukan terobosan yang bagus untuk masalah PKB.

“Silakan saja PKB Gus Dur mencoba. Namun menurut saya, sengketa ini tidak berlaku surut. Buktinya PKB Yenny pada pemilu 2009 lalu tidak ikut pemilu. Ini membuktikan jika pemerintah sudah tidak mengganggap ada masalah di PKB,” kata Khudori.

Khudori menambahkan, saat ini magnet Gus Dur masih sangat kuat untuk mendongkrak perolehan suara pada kaum nahdiliyin. Sedangkan satu sisi, belum ada satu parpol pun yang ada saat ini yang bisa merebut magnet Gus Dur tersebut.

Indikasinya bisa dilihat dari pemilu 2004 dimana PKB bisa meraih 10 persen suara, sedangkan pada 2009 anjlok menjadi 5 persen.

“Faktornya jelas terletak pada Gus Dur. PKB Muhaimin tidak mempunyai magnet Gus Dur, apalagi PKNU. Sedangkan PKB Yenny tidak ikut pemilu,” ujar Khudori.

Namun Khudori mengingatkan, apabila dalam membentuk partai baru nanti sebaiknya masih tetap menggunakan nama PKB dengan embel-embel di belakangnya.

“Jangan pakai nama yang sama sekali baru. Tetap saja pakai nama PKB dengan tambahan apa gitu, misalnya saja PKB Perjuangan begitu. Satu contoh yang baik seperti dalam kasus PDI. Megawati tidak melakukan gugatan, namun malah membentuk partai baru PDI dengan embel-embel perjuangan. Itu malah lebih efektif,” tutupnya.
(lsi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar