Rabu, 29 Desember 2010

PKB Jatim Setuju Yenny Wahid Bikin Partai Baru


Senin, 27 Desember 2010 - 07:02 wib

Nurul Arifin - Okezone
Yenny Wahid (Foto: Koran Sindo)
SURABAYA - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pro Muhaimin Iskandar menyarakan agar Yenny Wahid membuat partai baru.

Hal itu disampaikan Sekretaris DPW PKB Jatim Khoiruddin Abas.

"Saya kira Mbak Yenny lebih baik bikin partai baru, jika memang ingin ikut Pemilu 2014 mendatang," katanya kepada okezone di kantor DPW PKB, Jalan Ketintang Madya, Minggu (26/12/2010) malam.

Menurutnya, upaya membangun opini publik dengan membuat PKB pro Gus Dur tidak ada hasilnya. Faktanya, PKB tetap ada satu dengan Ketua Dewan Tanfidz Muhaimin Iskandar.

Dia juga menilai jika memang Yenny membuat partai baru tidak akan menggembosi suara PKB saat ini.

Buktinya, pada Pemilu 2004 lalu, PKB tetap memperoleh suara yang cukup baik. Ke depan, dengan target Parliamentary Threshold (PT) lima persen, yakin bisa terpenuhi.

Khoirrudin yang ditemui usai acara nonton bareng leg final Malaysia versus Indonesia juga mengatakan, dengan partai baru itu tentu akan lebih elegan bagi Yenny daripada harus membawa nama PKB.

Menurut Khoiruddin, masyarakat sudah bisa menilai, siapa yang sebenarnya kader PKB. Hal itu terbukti pada Pemilu 2004 lalu.

"Siapa yang mendukung PKB dan siapa yang malah mendukung partai lain, sekarang coba cek di Kemenkum HAM, PKB hanya ada satu, bukan yang lain," tandasnya.

Saat ini, PKB kian solid. Sebab tanpa dikomando, di beberapa daerah juga sudah melaksanakan Islah demi kebesaran PKB. Dia menjelaskan, Islah yang terjadi ditubuh PKB berkembang secara alami dan konstitusional. Secara alami, karena masing-masing DPC telah membuka diri kepada mereka yang ingin kembali ke PKB. Secara konstitutional tentunya berdasarkan aturan yang ada di internal PKB.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPW PKB Jatim Mas'ud Adnan menambahkan, PKB pro Muhaimin ini tetap menghormati sosok Gus Dur.
Pihaknya mengaku tidak pernah melakukan perlawanan terhadap deklarator PKB itu. Hanya saja, perpecahan PKB ini karena ada pihak-pihak di sekeliling Gus Dur yang sarat kepentingan politik.

"Kami tetap hormat kepada Gus Dur, sekarang bisa kalian lihat di media manapun, kita tidak pernah melawan Gus Dur," kata Mas'ud.
(lam)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar