Rabu, 29 Desember 2010

Muhaimin Tak Takut dengan PKB Yenny Wahid


Rabu, 29 Desember 2010 - 01:19 wib

Tri Kurniawan - Okezone
Muhaimin Iskandar (Foto: Koran SI)

JAKARTA - Walaupun hasil muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kubu Gus Dur telah memilih Yenny Wahid sebagai ketua umum, PKB kubu Muhaimin Iskandar tetap membuka kesempatan untuk islah.

Menurut Muhaimin, peluang untuk islah bagi kubu Yeni sejak lama selalu disambutnya dengan tangan terbuka. Ini terbukti dengan banyaknya politisi PKB Yenny yang berpindah ke kubunya.

“Dari dulu sudah terbuka (Islah), dari pengurus sana sudah ada yang masuk ke sini (PKB Muhaimin). Ada yang jadi ketua, ada Kang Maman, kiai juga banyak yang masuk sehingga tak ada alasan untuk tidak rekonsiliasi atau islah, soal caranya akan kita lihat,” kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini seusai menghadiri acara refleksi akhir tahun di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (28/12/2010).

Menurut Muhaimin, miktamar yang digelar di Surabaya hanya sebuah acara dengan peserta yang tidak jelas. Dia pun tidak takut dengan prediksi bahwa PKB Gus Dur bakal menimbulkan perpecahan suara PKB Muhaimin.

“2009, dia kampanye Partai Gerindra, tidak ada pengaruh jadi tidak ada yang perlu dikhawatrikan. Suaminya di DPR RI Fraksi Gerindra jadi tidak ada yang harus dikhawatirkan,” sebut Muhaimin santai.

Menghadapi kondisi ini, Muhaimin merasa sudah biasa. “Sebetulnya itu biasa setiap tahun seperti itu. Nanti ada lagi, ada lagi, kami sudah terlatih menghadapi seperti itu,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Cak Imin ini juga menegaskan bahwa PKB hanya ada satu, sehingga PKB kubu lain berarti tidak sah. Dia menyarankan jika Yenny ingin berpolitik maka harus membuat partai baru.

“PKB kan satu, jika ada yang lain berarti tidak sah. Kalau mau buat partai silakan, kami tak akan terganggu. Itu hak demokrasi, tapi jangan pakai nama PKB," tegasnya.

Ditanya apakah dirinya memberi selamat kepada Yenny Wahid karena terpilih menjadi pimpinan partai, Muhaimin berujar, “Ya kita enggak tahu, dia jadi apa kita enggak tahu,” ujarnya.
(ton)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar